Baru-baru ini ada cerita menarik terkait Google AdSense yang saya ikuti. Beberapa minggu yang lalu Tim Google AdSense mendisable akun saya hingga akhirnya saya berusaha mencari cara menghubungi pihak Tim Google AdSense. Atas kejadian ini ternyata semakin memberikan pengalaman cukup menarik bagi saya. Jika sejauh ini segala ketentuan dan kebijakan Google AdSense sangat minim saya ketahui, justeru dengan kejadian ini banyak memberi pengetahuan tentang bagaimana ketentuan dan kebijakan Google AdSense secara lebih detil. Perlu diketahui bahwa blog ini juga mempunyai Syarat dan Ketentuan. Hehe..

Google AdSense

Melalui surat peringatan, Tim Google AdSense menyarankan saya untuk membaca ketentuan dan kebijakan mengikuti program ini. Setelah beberapa kali membaca dan memahami ketentuan dan kebijakan itu, saya terkagum-kagum dibuatnya. Ada beberapa kebijakan yang menurut saya sangat-sangat Islami, dan secara umum lebih Islami dibanding orang Islam itu sendiri. Coba baca kutipan kebijakan Google AdSense berikut ini:
Situs dengan iklan Google tidak boleh mencantumkan atau ditautkan ke:
  • Konten pornografi, dewasa, atau vulgar
  • Konten kekerasan
  • Konten seputar intoleransi rasial atau dukungan menentang orang, grup, atau organisasi
  • Bahasa sumpah serapah berlebihan
  • Konten peretasan/perengkahan sistem komputer
  • Konten seputar kasino dan perjudian
  • Konten obat-obatan terlarang dan peralatannya
  • Penjualan bir atau minuman keras
  • Penjualan rokok atau produk turunan rokok
  • Penjualan obat resep
  • Penjualan senjata atau amunisi (mis., senapan, komponen senapan, pisau tempur, pistol listrik)
  • Penjualan produk tiruan atau imitasi barang bermerek atau barang lainnya
  • Penjualan atau penyebaran tugas atau makalah kuliah
  • Konten seputar program yang mengompensasi pengguna untuk mengeklik iklan atau penawaran, melakukan penelusuran, menjelajahi situs web, atau membaca email
  • Konten lainnya yang ilegal, mempromosikan kegiatan ilegal, atau melanggar hak hukum orang lain
Betapa hebatnya Google AdSense terkait kebijakan di atas. Dalam mencari penghasilan mereka tidak lantas menghalalkan segala macam cara sebagaimana banyak dilakukan oleh orang-orang Islam itu sendiri. Tulisan ini tidak dalam rangka mengangkat isu SARA, justeru ingin menjadikan bahan instropeksi dan mencoba memecahkan kebekuan yang selama ini banyak terjadi antara Islam dan Non-Islam. Mereka itu, oleh banyak pihak, biasa disebut "orang kafir" (saya lebih suka menggunakan terminologi 'non-Muslim') namun secara praktis mereka lebih Islami daripada orang Islam sendiri.

Posting Yang Berkaitan Berdasarkan Kategori :




0 komentar