11.6.16

Muhammad Ali, dari Diusir Penjual Burger, Mengalami Disktiminasi Hingga Pembela Kaum Tertindas

Namanya Muhammad Ali, ia lahir di Cassius Marcellus Clay, 17 Januari 1942 dan meninggal 3 Juni 2016 di usia 74 tahun. Muhammad Ali merupakan mantan petinju professional asal Amerika Serikat yang dikenal secara luas sebagai salah satu tokoh olahraga yang paling signifikan dan terkenal dari abad ke-20. Muhammad Ali sejak awal dikenal sebagai sosok inspiratif, kontroversial dan berpengaruh baik di dalam maupun di luar ring.

Muhammad Ali meninggal di Freedom Hall Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, pada Kamis, 9 Juni 2016 atau Jumat (10/6/2016) WIB. Ada pemandangan heroik saat Ali menghembuskan nafas terakhir di Amerika Serikat. Saat itu terdengar suara tangisan serta untaian doa tak henti-hentinya dipanjatkan oleh keluarga serta ribuan pelayat yang hadir selama prosesi penghormatan terakhir menjelang pemakaman legenda tinju dunia ini. Prosesi pemakaman dilakukan secara Islam, namun demikian pihak keluarga Ali merancang prosesi pemakaman dengan kultur barat supaya siapapun dapat hadir memberikan penghormatan terakhir kepadanya. Rencana itu terlaksana, pelayat yang hadir memenuhi arena sehingga pemandangan ini membuktikan bahwa Ali merupakan seorang tokoh yang bukan hanya dimiliki oleh warga Muslim Amerika Serikat.


Mengenai prosesi meninggalnya, tepatnya 10 tahun yang lalu, Ali pernah  berbincang soal bagaimana prosesi pemakamannya digelar kelak setelah meninggal di sebuah wawancara. Ia mengatakan ingin pemakamannya dilakukan disebuah tempat yang mudah dijangkau oleh semua orang. Bukan hanya untuk selebritas dan tamu VIP yang hadir, ia juga berharap para fansnya dapat melihatnya untuk yang terakhir kalinya.

Ribuan orang hadir dalam salat jenazah almarhum legenda tinju dunia Muhammad Ali di Louisville, Kentucky, AS, Kamis (9/6). Ali yang meninggal dunia pada usia 74 tahun itu akan dimakamkan pada Jumat (10/6/2016) waktu setempat. (REUTERS/Lucas Jackson)
"Dia ingin upacara pemakamannya merefleksikan hidupnya dan bagaimana dia menjalani hidup. Dia ingin semua orang bisa datang," ujar Bob Gunnel, juru bicara keluarga Muhammad Ali seperti dikutip Mirror.co.uk, Jumat (10/6/2016). Ali menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di daerah Phoenix, Arizona, Amerika Serikat pada 3 Juni 2016. Peraih World Heavyweight Champion tiga kali ini memang bukan hanya menjadi sosok istimewa bagi kaum Muslimin, tapi juga bagi para penggemarnya di seluruh dunia. Tak heran jika upacara pemakamannya mampu dihadiri lebih dari 14000 pelayat. Pemandangan itu dapat dilihat di tayangan video berikut.




Saat masih hidup, Muhammad Ali pernah memberikan nasihat kepada kedua putrinya tentang hijab. Foto: Ktla.com

0 komentar